Cara bayar di China untuk turis menggunakan Alipay dan WeChat Pay adalah solusi paling praktis saat ini, mengingat lebih dari 90% transaksi di China dilakukan lewat aplikasi pembayaran digital. Uang tunai dan kartu internasional fisik sering tidak diterima, mulai dari warung kaki lima, taksi, hingga supermarket modern. Kalau kamu datang ke China tanpa menyiapkan salah satu dari dua aplikasi ini, bersiaplah frustrasi di kasir. Kabar baiknya, keduanya sudah membuka akses untuk turis asing yang menggunakan kartu internasional, jadi tidak perlu buka rekening bank lokal dulu.
Alipay vs WeChat Pay: Mana yang Lebih Cocok untuk Turis Menurut roamingcrew.com, Alipay menguasai sekitar 55% pangsa pasar pembayaran digital di China dengan lebih dari 1,3 miliar pengguna, sementara WeChat Pay memegang sekitar 38% dengan lebih dari 800 juta pengguna. Untuk turis, Alipay sedikit lebih ramah karena tidak mengenakan biaya transaksi untuk pembayaran menggunakan kartu internasional (meski bank penerbit kartumu mungkin tetap memotong 1-3%). WeChat Pay, sebaliknya, mengenakan biaya sekitar 3% untuk transaksi di atas RMB 200. Dari sisi jangkauan, Alipay diterima oleh lebih dari 80 juta pedagang di China, termasuk penjual kecil di pasar tradisional. | Fitur | Alipay | WeChat Pay |
| Pangsa pasar | ~55% | ~38% |
|---|---|---|
| Pengguna | 1,3 miliar+ | 800 juta+ |
| Biaya kartu internasional | Tidak ada (dari Alipay) | ~3% di atas RMB 200 |
| Verifikasi | Nomor telepon internasional | Paspor + kartu internasional |
| Batas transaksi harian | Tidak disebutkan limit ketat | 500-2.000 RMB/hari |
| Kartu yang didukung | Visa, Mastercard, JCB, Diners, Discover | Visa, Mastercard |
Rekomendasi praktis: unduh keduanya. Pakai Alipay sebagai andalan, WeChat Pay sebagai cadangan.
Cara Daftar Alipay sebagai Turis Asing Alipay bisa diunduh dari App Store atau Google Play, lalu kamu daftar dengan nomor telepon internasional Indonesia, tidak perlu nomor China. Setelah akun aktif, masuk ke fitur **Tour Pass** (atau Alipay International), lalu tautkan kartu Visa, Mastercard, JCB, Diners Club, atau Discover milikmu. Fitur Tour Pass memungkinkan kamu mengisi saldo dalam jumlah tertentu yang berlaku selama sekitar 90 hari. Verifikasi identitas cukup pakai paspor Indonesia. Menurut id.trip.com, proses pendaftaran ini bisa diselesaikan dalam hitungan menit, dan saldo langsung bisa dipakai begitu kartu terverifikasi. Satu catatan penting: kartu internasional yang sudah ditautkan di Alipay tidak bisa digunakan untuk tarik tunai di ATM, hanya untuk transaksi pembelian di daratan China.
Cara Daftar WeChat Pay untuk Turis WeChat Pay membutuhkan satu langkah ekstra: verifikasi paspor saat menautkan kartu internasional. Unduh WeChat, buat akun, lalu buka menu Wallet dan pilih opsi untuk pengguna luar negeri. Tautkan kartu internasionalmu, lalu ikuti langkah verifikasi dengan foto paspor. Batas transaksi harian untuk pengguna luar negeri di WeChat Pay berada di kisaran 500-2.000 RMB per hari, jadi kurang ideal kalau kamu berencana belanja besar dalam satu waktu. Menurut flip.id, WeChat Pay lebih umum digunakan di restoran, kafe, dan toko ritel premium di kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing, jadi tetap berguna sebagai pelengkap Alipay. Sama seperti Alipay, kartu internasional di WeChat Pay juga tidak bisa untuk tarik tunai.
TourCard Alipay: Opsi Prepaid dengan Biaya 5% Selain Tour Pass biasa, ada fitur TourCard di Alipay yang dikeluarkan oleh Bank of Shanghai dan berfungsi sebagai kartu virtual prepaid. Kamu top-up saldo dari kartu internasionalmu, lalu gunakan untuk bayar di merchant mana pun yang terima Alipay. Kenyamanannya adalah tidak perlu khawatir soal kurs real-time tiap transaksi. Namun ada biaya layanan 5% untuk setiap top-up, jadi perhitungkan ini dalam anggaran perjalananmu. Untuk perjalanan singkat 7-10 hari, strategi terbaik biasanya kombinasi Tour Pass Alipay (untuk transaksi sehari-hari) ditambah sedikit uang tunai RMB sebagai cadangan di spot yang benar-benar tidak menerima digital payment.
Checklist Persiapan Pembayaran Digital Sebelum ke China 1. **Unduh Alipay** dari App Store/Google Play, lakukan minimal seminggu sebelum berangkat.
2. Daftar dengan nomor telepon Indonesia, tidak perlu SIM card China.
3. Tautkan kartu internasional (Visa/Mastercard/JCB) dan pastikan limit kartu cukup untuk perjalanan.
4. Aktifkan fitur Tour Pass dan isi saldo awal secukupnya.
5. Unduh WeChat dan tautkan kartu internasional sebagai backup, siapkan foto paspor.
6. Bawa uang tunai RMB secukupnya (sekitar 200-500 RMB) untuk situasi darurat seperti pasar kecil terpencil atau retribusi lokal.
7. Beritahu bank penerbit kartumu bahwa kamu akan bertransaksi dari China agar kartu tidak diblokir sistem antifraud.
8. Tes transaksi kecil di Alipay sebelum berangkat (beberapa merchant Alipay di Indonesia sudah tersedia).
Uang Tunai dan Kartu Fisik: Masih Relevan? Uang tunai RMB tetap perlu dibawa dalam jumlah kecil. Ada situasi tertentu di China, terutama di desa wisata, pasar tradisional pedalaman, atau loket tiket wisata kecil, di mana aplikasi digital belum diterima sepenuhnya. Kartu kredit internasional fisik hampir tidak berguna di China daratan untuk transaksi sehari-hari, meski beberapa hotel bintang 5 dan toko duty-free menerimanya. Untuk penukaran uang, lebih praktis tukar RMB di Indonesia sebelum berangkat daripada mengantre di money changer bandara China. Kalau kamu berencana [naik kereta cepat China](/article/naik-kereta-cepat-china-panduan-wni) dan membeli tiket langsung di loket stasiun, siapkan sedikit tunai atau pastikan Alipay sudah aktif karena banyak loket menerima QR code.
Khusus Traveler Indonesia: Makanan Muslim Friendly dan Pembayaran Digital Satu hal yang sering luput dari panduan umum adalah soal menemukan restoran Muslim Friendly di China. Banyak restoran Muslim Friendly di kawasan seperti Wangfujing Beijing, Tianzifang Shanghai, atau kawasan Muslim di Xi'an sudah menerima Alipay dan WeChat Pay, jadi kamu bisa langsung scan QR code tanpa repot uang tunai. Tim Avenir yang sudah mengantar ratusan grup Indonesia ke China menemukan bahwa Alipay jauh lebih diterima di warung-warung kecil Muslim Friendly di Xi'an dibanding kartu fisik. Untuk referensi biaya perjalanan Singkatnya, kamu bisa lihat [biaya tour China dari Indonesia 2026](/article/biaya-tour-china-dari-indonesia-2026) agar bisa menyusun anggaran lebih akurat sebelum berangkat.
Soal Visa ke China untuk WNI China wajib visa untuk WNI, dan tim Avenir bantu urus prosesnya. Proses pengurusan visa di CVASC Jakarta, Surabaya, dan Medan memerlukan sekitar 4 hari kerja untuk layanan reguler, 3 hari untuk express, dan 2 hari untuk rush. Di Denpasar hanya tersedia layanan reguler dengan estimasi sekitar 8 hari kerja. Soal biaya pengurusan, kamu bisa konsultasikan langsung karena sudah termasuk dalam layanan. Jangan tinggalkan persiapan visa ke menit terakhir, apalagi kalau kamu berencana ikut [tur ke China](/tours/country/china) di musim puncak seperti Golden Week Oktober atau Tahun Baru Imlek. Menurut id.trip.com dan roamingcrew.com, persiapan dokumen digital seperti Alipay sebaiknya dilakukan bersamaan dengan proses pengajuan visa, bukan mendadak setelah visa terbit. Info diverifikasi dari roamingcrew.com, id.trip.com, dan flip.id (per Mei 2026).
Sudah punya gambaran soal cara bayar di China? Kalau mau susun perjalanannya dari nol, termasuk soal visa, pilihan paket, dan tips logistik grup, Tanya via WhatsApp, kami bantu dari awal sampai pulang.


