Musim gugur di Jepang berlangsung sekitar Oktober hingga pertengahan November, dan ini adalah periode paling populer untuk pasangan yang ingin merasakan suasana romantis tanpa keramaian musim panas. Suhu udara lebih sejuk, langit cenderung cerah, dan dedaunan momiji berubah warna menjadi oranye, kuning, dan merah tua di sepanjang jalur trekking, taman kota, hingga kuil tua. Bagi pasangan dari Indonesia yang mencari perpaduan antara keindahan alam dan budaya Jepang, musim gugur memberikan latar yang sulit ditandingi musim lain.
Perjalanan 7 hari ini menyentuh 6 kota dengan karakter berbeda: Tokyo sebagai pintu masuk dengan energi urban yang tinggi, lalu Mt Fuji yang ikonik sebagai latar foto pasangan, kemudian Kamikochi di dataran tinggi Pegunungan Alpen Jepang yang menawarkan udara bersih dan jalur trekking tenang di tepi sungai Azusa. Perjalanan berlanjut ke Toyama untuk pengalaman cruise di gorge sungai Kurobe, sebelum ditutup dengan Kyoto dan Osaka yang menawarkan warisan budaya dan kuliner. Keberangkatan dari Soekarno-Hatta Airport (CGK), sehingga persiapan logistik dari berbagai kota di Indonesia jauh lebih mudah.
Kamikochi dan area sekitar Toyama adalah dua titik yang sering diremehkan traveler pertama kali ke Jepang, padahal keduanya punya daya tarik tersendiri di musim gugur. Kamikochi hanya bisa diakses dengan bus atau taksi dari Matsumoto, karena kendaraan pribadi dilarang masuk kawasan taman nasional ini, menjadikannya salah satu destinasi paling terjaga kebersihannya di Jepang. Di Toyama, Kurobe Gorge Railway atau kereta Torokko membawa kamu menyusuri ngarai dengan dinding tebing dan pepohonan yang sedang berubah warna, pengalaman yang tidak bisa ditemukan di kota besar mana pun.
Dari sisi biaya, tur ini dibanderol mulai Rp 23.690.000 per orang untuk paket 7 hari. Angka ini menjadi salah satu titik masuk yang kompetitif untuk pasangan yang baru pertama kali ke Jepang, mengingat biaya hidup di sana memang lebih tinggi dibanding destinasi Asia Tenggara. Nilai yen terhadap rupiah juga memengaruhi pengeluaran di luar paket, jadi penting untuk menyiapkan uang saku dalam denominasi yen (¥) sejak sebelum berangkat. Sebagai patokan umum, makan siang di restoran kasual Jepang bisa berkisar antara ¥800 hingga ¥1.500 per orang, sedangkan makan malam di restoran yang lebih proper bisa lebih tinggi dari itu.
Soal visa, kamu perlu tau status paspor terlebih dahulu sebelum memesan tiket. Kalau paspormu sudah e-paspor (ada logo chip di sampul), cukup registrasi online lewat sistem JAVES dan kamu bisa masuk Jepang tanpa visa hingga 15 hari, gratis. Proses registrasi idealnya dilakukan minimal 1 minggu sebelum keberangkatan. Kalau masih paspor biasa (non-elektronik), kamu wajib mengajukan visa turis lewat JVAC Jakarta yang dioperasikan VFS Global dengan sistem janji temu, bukan langsung ke kedutaan. Proses normalnya sekitar 5 hari kerja sejak dokumen lengkap diterima, tapi saat peak season gugur bisa lebih lama. Disarankan mengajukan minimal 3-4 minggu sebelum berangkat karena slot janji temu sering penuh. Tim Avenir bisa membantu menyiapkan kelengkapan dokumen dari awal agar prosesnya lebih lancar.
Untuk pasangan yang baru pertama ke Jepang, ada beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan. Pertama, iklim musim gugur di Jepang cukup dingin terutama di Kamikochi yang berada di ketinggian, jadi siapkan jaket tebal dan lapisan pakaian. Kedua, sebagian besar destinasi di itinerary ini dijangkau dengan kereta shinkansen dan bus lokal, sehingga kartu IC seperti Suica atau Pasmo akan sangat membantu untuk transaksi kecil. Ketiga, waktu puncak koyo (perubahan warna daun) berbeda-beda tiap daerah, Tokyo biasanya akhir November sementara Kamikochi lebih awal. Informasi lebih detail soal timing terbaik dan detail itinerary bisa didiskusikan langsung sebelum keberangkatan. Mau susun rencananya bareng tim kami? Tanya via WhatsApp, kami bantu dari awal sampai pulang.
Tour Terkait
Lihat juga: Super Sale Scenic Autumn Escape Japan with Toyama Gorge Cruise & Kamikochi.
