Musim gugur di Jepang berlangsung sekitar Oktober hingga November, dan ini adalah salah satu periode paling ramai untuk turis. Daun-daun berubah warna di berbagai kota, dari Tokyo hingga Kyoto, menciptakan pemandangan yang banyak orang kejar setiap tahunnya. Karena permintaan sangat tinggi, tiket pesawat, hotel, dan tur bisa penuh jauh sebelum tanggal keberangkatan. Sebaiknya kamu mulai merencanakan perjalanan minimal 2-3 bulan lebih awal supaya punya cukup waktu untuk mengurus semua kebutuhan.
Urusan visa adalah langkah pertama yang tidak boleh ditunda. Jika paspor kamu sudah berupa e-paspor (ada logo chip di sampul), kamu bisa menggunakan jalur JAVES, yaitu registrasi online yang memungkinkan masuk Jepang tanpa visa sampai 15 hari. Prosesnya sekitar 2-4 hari kerja dan notifikasi dikirim via email. Jika paspor kamu masih paspor biasa (non-elektronik), wajib mengajukan visa turis lewat JVAC Jakarta yang dioperasikan VFS dengan sistem janji temu, bukan langsung ke kedutaan. Proses visa membutuhkan sekitar 5 hari kerja sejak dokumen lengkap diterima, dan bisa lebih lama saat peak season. Ajukan minimal 3-4 minggu sebelum keberangkatan karena slot janji temu sering penuh.
Pakaian yang kamu bawa sangat menentukan kenyamanan selama perjalanan. Suhu musim gugur di Jepang bervariasi, bisa hangat di siang hari dan cukup dingin di malam hari, terutama di kawasan pegunungan seperti Kamikochi. Sistem pakaian berlapis adalah pilihan paling praktis: kaos tipis sebagai lapisan dasar, jaket ringan untuk siang, dan jaket tebal atau windbreaker untuk malam atau di area dataran tinggi. Bawa juga sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki, karena itinerary padat seperti 7 hari di 6 kota berarti kamu akan banyak bergerak dari pagi sampai sore.
Kebutuhan uang tunai perlu dipikirkan matang-matang sebelum berangkat. Jepang masih sangat bergantung pada pembayaran tunai di banyak spot, mulai dari restoran kecil hingga transportasi lokal. Mata uang yang berlaku adalah yen (¥ atau JPY). Kamu bisa menukar rupiah ke yen di Indonesia sebelum berangkat, atau menarik yen langsung dari ATM 7-Eleven dan Japan Post di Jepang menggunakan kartu berlogo Visa/Mastercard. Siapkan juga uang lebih untuk belanja oleh-oleh, karena kota seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka punya banyak pilihan produk khas yang sayang dilewatkan.
Persiapan dokumentasi dan konektivitas internet juga tidak kalah penting. Pastikan paspor kamu masih berlaku setidaknya 6 bulan dari tanggal keberangkatan. Untuk internet, pilihan paling umum adalah SIM card lokal atau pocket Wi-Fi yang bisa disewa atau dibeli sebelum berangkat. Koneksi internet penting untuk navigasi, terjemahan menu, dan komunikasi selama perjalanan. Jangan lupa unduh aplikasi peta offline dan panduan transportasi umum Jepang, karena jaringan kereta di kota-kota besar cukup kompleks bagi yang baru pertama kali berkunjung.
Jika kamu ingin pengalaman musim gugur yang lebih terstruktur tanpa harus ribet atur sendiri, Avenir menyediakan paket Scenic Autumn Escape Japan with Toyama Gorge Cruise & Kamikochi, 7 hari keliling 6 kota mulai dari Tokyo, Mt Fuji, Kamikochi, Toyama, Kyoto, hingga Osaka, dengan harga mulai Rp 23.690.000 dan keberangkatan dari Soekarno-Hatta Airport (CGK). Semua detail perjalanan sudah terkoordinasi, jadi kamu bisa fokus menikmati perjalanan. Mau susun rencananya bareng tim kami? Tanya via WhatsApp, kami bantu dari awal sampai pulang.
Tour Terkait
Lihat juga: Super Sale Scenic Autumn Escape Japan with Toyama Gorge Cruise & Kamikochi.
