Panduan Etiket Ryokan untuk Pemula: Dari Check-in sampai Futon
Ryokan adalah penginapan tradisional Jepang dengan kamar tatami, yukata, makan malam kaiseki, dan sering kali onsen di dalamnya. Menginap di ryokan itu pengalaman, bukan sekadar tempat tidur. Tapi alurnya beda dari hotel biasa, dan banyak traveler pemula bingung soal sepatu, slipper, sampai kapan futon digelar.
Artikel ini memandu kamu langkah demi langkah, dari masuk pintu sampai tidur malam, supaya kamu bisa menikmati ryokan dengan tenang dan tidak salah langkah.
Check-in dan Aturan Sepatu
Begitu masuk ryokan, kamu akan menemukan area genkan, tempat melepas sepatu. Lepas sepatu di sini dan ganti dengan slipper dalam ruangan yang sudah disediakan. Sepatu luar tidak dipakai lagi di dalam ryokan.
Check-in biasanya lebih personal dibanding hotel. Staf akan menjelaskan jadwal makan, jam onsen, dan denah kamar. Ini momen bagus untuk menyampaikan kebutuhan khusus, misalnya makanan Muslim Friendly, pantangan alergi, atau permintaan terkait keluarga lintas usia. Sampaikan lebih awal supaya dapur punya waktu menyiapkan.
Sistem Slipper: Jangan Tertukar
Slipper di ryokan ada aturan mainnya, dan ini sering bikin pemula keliru.
- Slipper dalam ruangan dipakai di lorong dan area kayu.
- Saat masuk kamar yang beralas tatami, lepas slipper di depan pintu. Tatami hanya diinjak dengan kaki telanjang atau kaus kaki.
- Toilet punya slipper khusus sendiri. Pakai slipper toilet hanya di dalam toilet, lalu lepas dan ganti lagi ke slipper dalam ruangan begitu keluar.
Lupa ganti slipper toilet lalu menginjak tatami dianggap pelanggaran kebersihan yang cukup serius di Jepang. Jadi biasakan: keluar toilet, lihat ke bawah, ganti slipper.
Yukata: Cara Pakai yang Benar
Ryokan menyediakan yukata, baju katun longgar, yang boleh kamu pakai selama menginap, termasuk saat makan malam dan jalan-jalan di area ryokan.
Satu hal penting cara pakainya: lipat sisi kiri menutup sisi kanan. Urutan sebaliknya, kanan menutup kiri, hanya dipakai untuk orang yang sudah meninggal, jadi jangan sampai tertukar. Ikat sabuk (obi) di pinggang untuk perempuan dan di sekitar pinggul untuk laki-laki. Kalau cuaca dingin, biasanya ada jaket luar bernama tanzen yang bisa dipakai di atas yukata.
Makan Malam Kaiseki: Datang Tepat Waktu
Makan malam di ryokan umumnya berupa kaiseki, hidangan bertahap dengan banyak piring kecil yang disusun rapi. Dapur menyiapkan tiap hidangan dalam urutan tertentu, jadi datang tepat waktu itu penting. Telat berarti hidangan dingin dan ritme tersaji jadi berantakan.
Tradisinya, kamu memakai yukata saat makan malam. Kalau ada hidangan yang tidak kamu kenali, tidak apa bertanya ke staf. Untuk kamu yang menjaga makanan Muslim Friendly, kaiseki memang menantang karena banyak memakai dashi, mirin, dan kadang sake sebagai bumbu. Sampaikan kebutuhanmu jauh-jauh hari, idealnya lewat tour leader saat memesan, supaya dapur bisa menyiapkan menu yang sesuai. Untuk rute yang memasukkan pengalaman menginap di ryokan, lihat tour Jepang Avenir.
Tatami dan Futon
Kamar ryokan beralas tatami, anyaman jerami yang mudah rusak. Beberapa hal yang perlu kamu jaga:
- Jangan menyeret koper beroda di atas tatami. Letakkan koper di area lantai kayu atau rak bagasi yang disediakan.
- Jangan menaruh barang berat langsung di atas tatami.
- Cukup kaki telanjang atau kaus kaki saat berjalan di tatami.
Soal tidur: ryokan tidak pakai ranjang. Staf akan menggelar futon, kasur tipis di atas tatami, biasanya setelah kamu selesai makan malam dan keluar sebentar dari kamar. Pagi harinya futon dirapikan kembali. Jadi jangan kaget kalau saat datang kamar terlihat seperti ruang duduk kosong, futon memang baru muncul malam hari.
Urutan Mandi: Bersih Dulu, Baru Berendam
Banyak ryokan punya onsen atau ofuro bersama. Aturannya sama dengan onsen umum: bersihkan badan dulu di area shower dengan sabun, baru masuk kolam untuk berendam. Kolam itu untuk relaksasi, bukan untuk membersihkan diri. Menggosok gigi dan cuci muka dilakukan di wastafel kamar, bukan di area kolam.
Sebagian ryokan punya ofuro pribadi di kamar atau onsen sewa privat (kashikiri buro). Ini pilihan nyaman untuk yang ingin privasi, punya tato, atau bepergian dengan keluarga.
FAQ
Apakah saya boleh memakai yukata keluar dari kamar? Boleh. Yukata dipakai di seluruh area ryokan, termasuk saat makan malam dan berjalan ke onsen. Ingat lipat sisi kiri di atas sisi kanan.
Kapan futon digelar? Biasanya staf menggelar futon saat kamu makan malam atau keluar sebentar dari kamar, lalu merapikannya pagi hari. Kamu tidak perlu menyiapkan sendiri.
Kenapa harus ganti slipper saat ke toilet? Untuk menjaga kebersihan. Slipper toilet hanya untuk di dalam toilet dan tidak boleh menginjak tatami. Jangan lupa ganti lagi begitu keluar.
Apa makanan ryokan bisa disesuaikan jadi Muslim Friendly? Sebagian besar bisa diupayakan kalau diberitahu lebih awal, karena kaiseki banyak memakai dashi, mirin, dan sake. Sampaikan kebutuhanmu saat memesan, idealnya lewat tour leader.
Boleh menyeret koper di kamar? Sebaiknya tidak di atas tatami karena mudah rusak. Letakkan koper di area lantai kayu atau rak bagasi yang tersedia.

