Tour jepang musim panas matsuri paling tepat direncanakan mulai Mei agar kamu tidak kehabisan hotel di kota-kota utama. Musim panas Jepang berlangsung Juni hingga Agustus, dan hampir setiap kota besar menggelar matsuri dengan skala berbeda. Jalanan yang biasanya tenang bisa berubah ramai dalam semalam saat mikoshi diarak, taiko ditabuh, dan penjual yatai memenuhi trotoar. Ini bukan sekadar tontonan, tapi pengalaman yang menyentuh ritme kehidupan warga lokal secara langsung.
Gion Matsuri di Kyoto adalah salah satu festival terbesar di Jepang dan berlangsung sepanjang Juli. Puncaknya ada dua prosesi utama, yaitu Saki Matsuri pada 17 Juli dan Ato Matsuri pada 24 Juli, di mana floats raksasa bernama yamaboko diarak melewati jalan-jalan bersejarah. Di luar hari prosesi, sepanjang Juli kawasan Gion tetap hidup dengan malam festival, yukata, dan stan kuliner. Kamu perlu memesan hotel Kyoto minimal tiga bulan sebelumnya karena kamar di sekitar area Shijo dan Kawaramachi habis sangat cepat.
Sumida River Fireworks di Tokyo biasanya digelar akhir Juli dan menembakkan lebih dari 20.000 kembang api dalam satu malam. Lokasi terbaik untuk menyaksikannya ada di tepian Sumida, namun area ini mulai penuh sejak siang hari. Selain Tokyo, Osaka Tenjin Matsuri pada 24 hingga 25 Juli juga layak masuk itinerary, menampilkan prosesi perahu di Sungai Okawa yang sudah berlangsung lebih dari 1.000 tahun. Mengombinasikan dua kota ini dalam satu perjalanan 10 hingga 14 hari adalah pola yang paling sering dipilih traveler dari Indonesia.
Soal cuaca, Juli dan Agustus adalah bulan terpanas dengan suhu harian bisa menyentuh 35°C di Tokyo dan Osaka, ditambah kelembapan udara yang tinggi. Pakaian berbahan ringan, kipas lipat, dan botol minum isi ulang adalah perlengkapan wajib. Banyak matsuri berlangsung malam hari justru karena alasan ini, sehingga kamu bisa menikmati festival dalam suhu yang lebih bersahabat. Kalau berencana mengunjungi Hokkaido, suhu di sana jauh lebih sejuk di musim panas dan bertepatan dengan Yosakoi Soran Festival di Sapporo setiap awal Juni.
Dari sisi anggaran, semua harga di Jepang menggunakan yen (¥). Biaya makan harian bisa sangat bervariasi, mulai dari ramen di bawah ¥1.000 hingga kaiseki di atas ¥15.000 per orang. Transportasi antar kota menggunakan Shinkansen dengan tarif yang bergantung rute, misalnya Tokyo ke Kyoto sekitar ¥14.000 sekali jalan. JR Pass bisa menjadi pilihan efisien jika kamu berpindah lebih dari tiga kota. Jepang wajib visa untuk WNI, dan tim Avenir bantu urus prosesnya, termasuk memastikan semua dokumen siap sebelum kamu terbang.
Awa Odori di Tokushima berlangsung 12 hingga 15 Agustus dan dikenal sebagai festival tari terbesar di Jepang, menarik lebih dari 1,3 juta pengunjung setiap tahunnya. Kota kecil ini mendadak penuh sesak, jadi transportasi dan penginapan harus dipesan jauh di depan. Menggabungkan Tokushima dengan Kyoto atau Osaka dalam satu itinerary Kansai adalah pilihan logis karena jarak tempuhnya relatif dekat lewat bus atau kereta. Sudah punya gambaran rutenya tapi masih bingung susun jadwalnya? Tanya via WhatsApp, kami bantu dari awal sampai pulang.

