Jawaban Singkat
Panduan sholat saat traveling ke Jepang dan Korea mencakup tata cara jamak dan qasar, cara menemukan kiblat, dan lokasi musala. Traveler Muslim bisa menjalankan ibadah secara penuh selama perjalanan dengan persiapan yang tepat sebelum berangkat.
Panduan sholat saat traveling ke Jepang dan Korea paling banyak dicari traveler Muslim Indonesia sebelum berangkat, karena dua negara ini tidak punya infrastruktur ibadah selengkap Malaysia atau Turki. Tapi itu bukan hambatan. Dengan memahami rukhsah (keringanan) yang Islam berikan untuk musafir, ibadah harian tetap bisa dijalankan tanpa mengorbankan jadwal wisata. Yang perlu disiapkan: pengetahuan tentang jamak qasar, aplikasi kiblat yang andal, dan sedikit riset lokasi musala sebelum terbang.
Apa Itu Jamak dan Qasar, dan Kapan Boleh Dilakukan? Jamak berarti menggabungkan dua waktu sholat dalam satu waktu: Zuhur-Asar (jamak takdim atau ta'khir) dan Magrib-Isya. Qasar berarti meringkas sholat 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Menurut mayoritas ulama, status musafir berlaku saat seseorang menempuh perjalanan minimal sekitar 80 kilometer dari kotanya. Selama dalam perjalanan aktif, baik di pesawat, bus wisata, maupun kereta, jamak qasar boleh dilakukan. Saat sudah menetap di satu kota selama lebih dari 4 hari (menurut mazhab Syafi'i), sebagian ulama berpendapat status musafir berakhir dan sholat kembali penuh. Ini penting diperhatikan kalau itinerary kamu meluangkan 5-7 hari penuh di Tokyo atau Seoul.
Di Mana Menemukan Kiblat di Jepang dan Korea? Kiblat dari Jepang dan Korea mengarah ke barat laut, bukan barat seperti yang banyak diasumsikan traveler Indonesia. Dari Tokyo, arah kiblat sekitar 293-295 derajat (barat-barat laut). Aplikasi yang paling andal dipakai tim Avenir saat mengoperasikan tur ke Jepang adalah Muslim Pro dan Qibla Finder, keduanya gratis dan bekerja offline setelah peta di-download. Kompas bawaan HP juga bisa dikombinasikan. Satu hal yang sering meleset: kamar hotel dengan orientasi bangunan menghadap utara-selatan bisa membingungkan. Cara simpel adalah membuka aplikasi begitu masuk kamar, tandai arah kiblatnya dengan bantal atau sendal sebagai penanda, dan simpan posisi itu.
Musala dan Masjid di Jepang: Lebih Banyak dari yang Dikira Jepang memiliki lebih dari 100 masjid resmi, dengan konsentrasi terbesar di Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Tokyo Camii di Shibuya adalah masjid terbesar di Jepang dan terbuka untuk jamaah umum. Selain masjid, banyak pusat perbelanjaan besar dan bandara di Jepang sudah menyediakan prayer room, terutama di Narita International Airport, Kansai International Airport, dan mall besar seperti Aeon di kawasan Kansai. Menurut halalmui.org dan Navitime for Muslim, jumlah prayer room di Jepang terus bertambah, terutama di destinasi wisata populer. Situs Navitime for Muslim memungkinkan pencarian prayer room terdekat berdasarkan lokasi GPS, berguna saat berjalan kaki di area yang tidak familiar.
Cara Praktis Menemukan Musala di Korea Korea Selatan memiliki komunitas Muslim yang lebih kecil dibandingkan Jepang, tapi masjid dan prayer room tetap tersedia di kota-kota utama. Seoul Central Mosque di Itaewon adalah yang paling dikenal, terbuka untuk jamaah harian. Di luar Seoul, Busan dan Gyeongju memiliki musholla di beberapa hotel berbintang dan pusat perbelanjaan. Muslim Friendly In Travel dan itqan.id mencatat bahwa Incheon International Airport menyediakan prayer room yang mudah ditemukan di terminal keberangkatan dan kedatangan. Untuk kota-kota kecil di luar rute wisata utama, strategi paling andal adalah sholat jamak saat masih berada di kota besar sebelum melanjutkan perjalanan.
Sholat di Pesawat: Niat dan Arah Kiblat Sholat di dalam pesawat hukumnya sah, terutama untuk sholat yang waktunya akan habis sebelum mendarat. Duduk di kursi pun diperbolehkan kalau tidak ada ruang untuk berdiri. Arah kiblat saat di udara mengikuti arah yang paling mendekati kiblat saat sholat dimulai, dan tidak perlu diubah walau pesawat berbelok selama sholat berlangsung. Maskapai seperti Garuda Indonesia dan beberapa maskapai Gulf biasanya menampilkan indikator kiblat di layar hiburan kabin. Kalau tidak ada, buka Muslim Pro sebelum mode pesawat aktif, catat arah derajat kiblatnya, lalu gunakan kompas manual di aplikasi saat di udara.
Checklist Persiapan Ibadah Sebelum Berangkat Berikut daftar yang perlu disiapkan sebelum terbang ke Jepang atau Korea: 1. Install Muslim Pro atau Qibla Finder, aktifkan fitur offline
2. Simpan alamat masjid/musala terdekat dari setiap hotel yang akan ditempati
3. Cetak jadwal waktu sholat untuk kota-kota dalam itinerary (bisa di islamicfinder.org)
4. Bawa sajadah travel yang tipis dan mudah dilipat
5. Pahami niat dan tata cara jamak qasar sebelum berangkat
6. Konfirmasi ke hotel apakah kamar menghadap ke arah yang memudahkan sholat
7. Untuk wudu di spot umum, kenali lokasi toilet berlantai bersih di area wisata utama
Jadwal Waktu Sholat di Jepang dan Korea Waktu sholat di Jepang dan Korea berbeda signifikan dari Indonesia, terutama di musim panas dan musim dingin. Berikut gambaran umum berdasarkan Tokyo di bulan April dan Desember:
| Waktu Sholat | April (Tokyo) | Desember (Tokyo) |
|---|---|---|
| Subuh | ~04.30 | ~05.15 |
| Zuhur | ~11.50 | ~11.40 |
| Asar | ~15.20 | ~14.30 |
| Magrib | ~18.20 | ~16.30 |
| Isya | ~19.45 | ~18.00 |
Catatan: ini gambaran umum berdasarkan zona waktu Tokyo (JST UTC+9). Waktu pasti untuk kota lain dan tanggal spesifik, gunakan islamicfinder.org atau fitur jadwal sholat di Muslim Pro. Di musim dingin, jarak antara Asar dan Magrib sangat pendek, yaitu sekitar 2 jam. Jamak ta'khir Zuhur-Asar sering jadi pilihan praktis agar tidak terburu-buru.








