Apakah restoran di Osaka banyak yang Muslim Friendly?+
Lebih banyak dari yang kamu kira, terutama di area Namba, Shinsaibashi, dan Dotonbori. Variasinya juga beragam, dari ramen dan sushi sampai masakan Indonesia, Pakistan, dan Turki.
Bedanya self-declared Muslim Friendly dan yang bersertifikat apa?+
Self-declared artinya restoran mengklaim tanpa babi dan alkohol berdasarkan kebijakan sendiri, tanpa audit lembaga sertifikasi. Beberapa restoran di Osaka punya sertifikasi dari otoritas Malaysia atau Turki. Kalau kamu butuh sertifikasi formal, tanya langsung ke restoran dan minta lihat dokumennya.
Di mana masjid terdekat dari Dotonbori?+
Masjid Istiqlal Osaka di Nishinari Ward adalah yang paling dekat dari pusat kota Osaka, sekitar 15-20 menit naik metro dari Namba. Buka setiap hari mulai pukul 05:00 pagi.
Apakah ada ruang salat di dalam restoran atau mall di Osaka?+
Beberapa restoran Muslim Friendly di Osaka memang menyediakan ruang salat, termasuk Halal Ramen Honolu Namba dan FUJIYAMA TOKYO. Untuk mall, Osaka Castle dan beberapa pusat perbelanjaan besar mulai menyediakan prayer room, cek di information center setempat.
Apakah perlu reservasi untuk makan di restoran Muslim Friendly di Osaka?+
Untuk menu Muslim Friendly khusus seperti kursus sushi-kepiting di FUJIYAMA TOKYO, reservasi wajib minimal beberapa hari sebelumnya. Untuk tempat seperti Halal Ramen Honolu atau Cafe Bintang, walk-in biasanya bisa, tapi kapasitasnya kecil jadi lebih aman booking dulu.
Makanan Jepang apa saja yang bisa dinikmati traveler Muslim di Osaka?+
Cukup banyak: ramen ayam, sushi, okonomiyaki, gyukatsu (katsu sapi), dan takoyaki dalam versi Muslim Friendly sudah tersedia. Yang perlu hati-hati adalah mirin (sake masak) yang sering masuk ke kaldu dan saus Jepang konvensional.