Visa Schengen adalah izin masuk tunggal yang berlaku di 29 negara anggota Schengen Area, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, dan negara-negara lain di Eropa Barat dan Tengah. Per 1 Januari 2025, Bulgaria dan Romania resmi bergabung penuh sebagai anggota Schengen, sehingga kini keduanya masuk cakupan visa yang sama. Bagi pemegang paspor Indonesia, ini berarti satu visa sudah cukup untuk lintas batas di wilayah yang sangat luas tanpa pemeriksaan imigrasi berulang.
Proses pengajuan visa Schengen tipe C memerlukan waktu sekitar 15 hari kerja dalam kondisi normal. Saat peak season seperti musim panas Eropa atau periode liburan panjang, waktu proses bisa memanjang menjadi 21 hingga 45 hari kerja, bahkan kadang lebih. Plus, slot appointment di VFS Jakarta sering penuh saat high season, jadi perencanaan jauh hari sangat penting. Avenir menyarankan pengajuan minimal 6 hingga 8 minggu sebelum tanggal keberangkatan untuk memberi ruang yang cukup.
Selain negara Schengen, beberapa negara Eropa lain punya aturan masuk tersendiri yang justru menguntungkan pelancong Indonesia. Serbia dan Montenegro memberikan kebebasan masuk bagi WNI tanpa visa hingga 30 hari. Bosnia dan Herzegovina memungkinkan kunjungan hingga 15 hari tanpa visa, begitu pula Makedonia Utara dengan batas yang sama per kunjungan. Turki membuka akses bebas visa 30 hari untuk pemegang paspor Indonesia sejak 24 Desember 2021. Albania memiliki skema e-visa, dan pemegang visa Schengen multi-entry yang masih berlaku juga bisa masuk dengan syarat tertentu. Artinya, itinerary Eropa Timur dan Balkan bisa dirancang lebih fleksibel.
Mata uang di Eropa tidak seragam. Negara Schengen seperti Prancis, Jerman, dan Italia menggunakan euro (€). Di luar Schengen, Serbia memakai dinar (RSD), Bosnia dan Herzegovina menggunakan mark konvertibel (BAM), Makedonia Utara memakai denar (MKD), Albania menggunakan lek (ALL), Bulgaria memakai lev (BGN), dan Turki menggunakan lira (TRY). Memahami peta mata uang ini penting sebelum berangkat agar kamu bisa menyiapkan kas perjalanan yang tepat dan tidak terkejut saat transaksi di lapangan.
Dokumen yang umumnya diperlukan untuk pengajuan visa Schengen mencakup paspor dengan masa berlaku minimal 3 bulan setelah tanggal kepulangan, foto biometrik, bukti akomodasi, itinerary penerbangan, rekening koran beberapa bulan terakhir, serta asuransi perjalanan dengan minimum coverage €30.000 yang berlaku di seluruh wilayah Schengen. Kelengkapan dan konsistensi dokumen sangat menentukan hasil pengajuan. Tim Avenir melakukan review dokumen sebelum submission untuk meminimalkan risiko penolakan.
Biaya visa Schengen tipe C mengalami penyesuaian resmi menjadi €90 per pemohon, berlaku efektif 11 Juni 2026. Di luar itu, ada service charge VFS Global Jakarta sebesar Rp404.000 per pemohon yang berlaku sejak 6 Februari 2026. Semua komponen biaya ini akan dijelaskan secara transparan saat konsultasi bersama tim Avenir, termasuk biaya pengurusan layanan kami yang sudah mencakup pendampingan dokumen dari awal hingga visa di tangan. Mau susun rencananya bareng tim kami? Tanya via WhatsApp, kami bantu dari awal sampai pulang.
