Apakah ada restoran Muslim Friendly bersertifikat di Tokyo?+
Ada beberapa yang punya sertifikat resmi dari otoritas Turki atau Malaysia, tapi belum ada yang bersertifikasi LPPOM MUI Indonesia. Avenir sengaja pakai istilah "Muslim Friendly" karena lebih honest, restoran self-declare opsi no-pork/no-alcohol, bukan klaim sertifikasi resmi yang harus diverifikasi lembaga institusi.
Bagaimana baca menu Jepang yang tidak ada English translation?+
Aplikasi Google Translate camera mode bisa scan kanji/hiragana real-time. Tour Leader Avenir bantu translate menu di restoran yang tidak ada English. Untuk yang strict, kami arahkan ke restoran yang sudah punya English menu + Muslim Friendly markings.
Apakah aman makan di restoran tradisional Jepang?+
Restoran tradisional sering pakai sake/mirin sebagai bumbu. Cara aman: tanya "buta-niku nashi" (tidak pakai babi) + "alcohol nashi" (tidak pakai alkohol). Kalau strict, lebih aman ke restoran yang explicit Muslim Friendly atau seafood-only kaiseki.
Berapa banyak masjid di Tokyo?+
Tokyo Metro punya sekitar 12 masjid. Yang utama: Tokyo Camii (Shibuya, terbesar), Otsuka Mosque (utara Tokyo), Ahmadiyya Mosque (Shinjuku). Untuk daily prayer, mushola di shopping mall + train station lebih praktis.
Apakah Avenir punya tour Tokyo dengan fokus Muslim Friendly?+
Cherry Blossom Awakening Honshu Spring Japan termasuk Tokyo dan punya peta restoran Muslim Friendly per stop. Untuk tour fully customized fokus Muslim Friendly + spiritual journey, kami arahkan ke Reserve by Avenir untuk private trip.
Apakah lebih mahal makan Muslim Friendly di Tokyo?+
Tergantung. Restoran khusus Muslim Friendly seperti Shinjuku Saray atau Indonesia Raya range ¥1.500-3.500/orang per meal, sebanding dengan ramen shop standar. Yang lebih mahal: kaiseki tradisional dengan adjustment no-pork no-alcohol, bisa ¥8.000-15.000/orang.